Blog

Awas! Ini Bahaya Kelebihan/ Kekurangan Tekanan Angin Ban Mobil

Banyak pengemudi mobil yang kurang memperhatikan tekanan angin ban mobil saat mau berangkat ke jalan.

Biasanya, mereka langsung saja masuk ke mobil dan menjalankan kendaraan begitu saja.

Padahal melakukan pengecekan sederhana sebelum berkendara bisa menjadi hal yang mungkin akan menyelamatkan anda nanti selama diperjalanan.

Salah satu hal penting yang sebaiknya dilakukan pengecekan sebelum berkendara adalah kondisi ban mobil yang akan dipakai.

Percayalah, mengecek kondisi ban tidak lah memerlukan waktu yang lama. Anda bisa melihat dari kondisi permukaannya saja.

Kondisi tekanan angin ban yang pas tentu akan mempermudah perjalanan anda, tapi apakah anda tahu bahwa tekanan angin ban mobil yang tidak pas (kelebihan/kekurangan) menyimpan bahaya tersendiri?

Bahaya Kelebihan Kekurangan Tekanan Angin Ban Mobil

Resiko Tekanan Angin Ban Mobil Yang Tidak Pas

Tekanan angin pada ban adalah faktor penting yang harus anda perhatikan.

alat penghemat bbm terbaik

Sebab jika tidak, Anda akan mendapatkan efek negatif dari ban yang kekurangan atau kelebihan tekanan ini.

Apa saja resiko dari tekanan udara  yang tidak pas, berikut penjelasannya:

Kekurangan Tekanan Angin Ban Mobil (Kempes):

  • Tapak ban ke permukaan jalan menjadi lebih lebar dari seharusnya. Hal ini membuat gesekan dengan permukaan jalan makin lebar juga. Dampaknya adalah tenaga mesin akan bekerja lebih keras yang menyebabkan bahan bakar minyak (BBM) menjadi boros.
  • Respon terhadap setir kemudi juga akan menjadi lambat dan berat, sehingga dalam perjalanan yang memerlukan waktu lama akan membuat capek pengemudi serta mengurangi sisi responsif mobil itu sendiri.
  • Kekurangan tekanan angin pada ban mobil juga bisa merusak komponen ban seperti kawat, benang, maupun karet. Bahan-bahan tersebut adalah bahan yang ada di dalam permukaan ban mobil yang akan cepat aus dan rusak.
>>  Mobil Diesel Anda Susah Hidup? Mungkin Masuk Angin

Baca Juga Nih:

Kelebihan Tekanan Angin Ban Mobil:

  • Bila kelebihan tekanan, udara di dalam ban akan memadat dan saling berhimpitan sehingga membuat ban tidak bisa menyerap getaran. Hal inilah yang membuat anda merasa tidak nyaman atau terasa ‘keras’ saat mengemudi mobil dengan tekanan angin yang berlebihan.
  • Tapak ban yang menyentuh permukaan jalan akan lebih sedikit/kecil. Hal ini dapat mengakibatkan kurang stabilnya mobil pada kecepatan tinggi, bahkan bisa menyebabkan slip.
  • Tapak ban yang menjadi terpusat di tengah membuat bagian tengah ban mobil yang banyak bergesekan dengan permukaan jalan akan menjadi lebih cepat aus.

Lalu, berapa sebenarnya tekanan angin  yang pas?

Sebenarnya tekanan ban mobil yang ideal dapat kita lihat pada stiker di frame pilar sebelah kanan, buka pintu kanan depan, pada bagian frame pintu mobil, di situ terdapat stiker yang berisi informasi tekanan angin ban.

>>  Ultimate Guide: Cara Mengecat Motor yang Baik Step By Step

Ukuran tekanan angin ban mobil

Anda tinggal ikuti saja ukuran standar dari masing-masing pabrikan. Tekanan udara ban mobil ini akan berbeda-beda tergantung jenis mobilnya.

Kalau mobil berjenis MPV ukuran pelek standar minimal 30 Psi dan maksimal 35 Psi, ini lah yang biasanya menjadi pathokan.

Sedangkan pelek variasi dengan ukuran R17 yang menggunakan profil ban ukuran 45 atau 40, maka tekanan angin harus lebih keras lagi minimal 35 Psi maksimal 40 Psi.

Namun, jika anda membawa muatan lebih atau penumpang di belakang, sebaiknya tekanan udara di tambah dari ukuran standar. Misalkan ban depan bisa menggunakan 33 Psi, sedangkan belakang 36 Psi.