Blog

Koleksi Lengkap Kata Kata Bijak Jawa Tentang Hidup + Makna




Anda mencari kata kata bijak jawa sebagai nasehat untuk mengarungi hidup anda?

Atau sekedar untuk memberikan motivasi karena berbagai persoalan yang saat ini menjatuhkan semangat anda?

Memang budaya jawa terkenal dengan berbagai filosofi yang mempunyai makna mendalam yang bisa menjadi pedoman anda dalam hidup.

Banyak kata kata bijak yang bisa anda temukan dalam budaya orang jawa. Pitutur atau nasehat jawa terkadang hanya singkat, tapi sebenarnya mempunyai penjelasan yang panjang lebar.

Sejarah panjang budaya jawa memunculkan kata bijak yang tidak kalah dengan kata kata bijak bahasa lainnya.

Nah, langsung saja simak berbagai kata kata bijak jawa yang mungkin pernah anda dengar namun belum mengetahui maknanya seperti apa.

Kumpulan Kata Kata Bijak Jawa Penuh Makna

kata kata bijak jawa

“Nek awakmu ora iso duweni opo sing kok pingini, sak orane awakmu ora ngrebut opo sing wong liyo nduweni”

alat penghemat bbm terbaik

Makna: Jika kamu tidak bisa memiliki apa yang kamu inginkan, setidaknya kamu tidak merebut apa yang sudah menjadi milik orang lain.

 

“Urip iku urup”

Makna: Hidup itu nyala. Hidup itu hendaknya memberikan manfaat untuk orang lain di sekitar kita. Semakin besar manfaat yang bisa kita berikan, tentu akan lebih baik.

 

“Asu gedhe menang kerah e”

Makna: Orang yang mempunya pangkat jabatan, pasti mempunya kekuasaan yang besar.

 

“Aja kaget lan gumunan samubarang gumelaring donya”

Makna: jangan terkejut dan heran terhadap segala hal yang menakjubkan terjadi di alam dunia.

 

“Yen wong liyo ora percoyo karo omonganmu, gawenen percoyo karo tumindakmu”

Makna: Jika orang lain tidak percaya dengan perkataanmu, buatlah percaya dengan tindakanmu.

 

“Witing trisno jalaran soko kulino”

Makna: Rasa cinta tumbuh karena terbiasa.

 

“Kesusu bisa kleru, alon-alon bisa ora kelakon”

Makna: Terburu buru bisa keliru, terlalu santai bisa tidak tercapai.



 

“Eling lan waspada, sadar lan sabar, setiti lan ngabekti, sumeleh tur sareh”

Makna: Ingat dan waspada, sadar dan sabar, hemat dan mengabdi, Ikhlas dan tenang.

 

“Ojo dumeh, ojo gumunan, ojo getunan marang sak kabehing lakune urip”

Makna: Jangan sok arogan, jangan gampang heran, jangan mudah menyesal terhadap hidup yang dijalani.

kata bijak bahasa jawa

“Jer basuki mawa bea”

Makna: semua keberhasilan membutuhkan pengorbanan.

Inspirasi Selain Kata Kata Bijak Jawa:

“Ora usah terlalu mikir hasil akhire. Sing penting dilakoni disek kanthi tenanan lan ikhlas, Insya Allah rejeki bakal nututi”

Makna: Tidak usah terlalu memikirkan hasil akhir, yang penting jalankan saja dulu dengan serius dan ikhlas, insya Allah rejeki akan mengikuti.

 

“Landhepe rasa ora kanggo ngiris atine wong liya. Landhepe pikiran ora kanggo nugel aji dirine wong liya”

Makna: Tajamnya perasaan bukan untuk menyakiti hati orang lain, tajamnya pikiran bukan untuk memotong harga diri orang lain. Kekuatan dan kelebihan yang kita miliki jangan untuk menyakiti atau menjatuhkan orang lain.




 

“Yen urip mung isine isih nuruti nepsu, sing jenenge mulyo mesti soyo angel ketemu”

Makna: Jika hidup masih dipenuhi dengan nafsu untuk bersenang-senang, yang namanya kemulyaan hidup akan semakin sulit ditemukan.

 

“Ojo mung mikir butuhe urip nganti lali mikir gunane urip”

Makna: Jangan hanya memikirkan kebutuhan hidup sampai lupa memikirkan gunanya hidup.

 

“Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”

Makna: Di depan memberikan teladan, di tengah memberikan semangat, dan dibelakang memberikan dorongan kekuatan.

kata mutiara bahasa jawa

“Alon-alon waton kelakon”

Makna: Pelan pelan yang penting kesampaian. Filosifi ini mengisyaratkan tentang kehati-hatian, waspada, istiqomah, keuletan dan keselamatan.

 

“Ora ngaku suci yen durung biso manunggal ing gusti”

Makna: Jangan mengaku suci jika masih belum bisa menyatu dalam Tuhan.

 

“Kawula mung saderma, mobah masik kersaning Hyang Sukmo”

Makna: Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan.




 

“Ngunduh wohing pakarti”

Makna: Memetik buah dari perbuatan. Bahwa kita akan menuai apa yang kita tanam. Menanam baik maka akan menuai kebaikan, begitu juga sebaliknya.

 

“Gedhe empyak kurang cagak”

Makna: Empyak berarti atap dan cagak adalah tiang. Sebuah gambaran tentang orang yang berbuat melebihi kemampuannya.

 

“Dalang ora kurang lakon”

Makna: Orang yang sudah mahir dibidangnya tidak akan kehabisan akal.

quote bahasa jawa

“Ala lan becik iku gegandengan, kabeh kuwi saka kersaning Pangeran”

Makna: Keburukan dan kebaikan itu bergandengan, semuanya sudah ditakdirkan oleh Tuhan YME.

 

“Ora usah tergantung marang sopo wae ndek dunyo iki, mergo bayanganmu wae bakal ninggalno awakmu ing wayah peteng”

Makna: Tidak usah tergantung dengan siapapun di dunia ini, karena bayanganmu saja akan meninggalkanmu saat gelap/malam.

 

“Emanen masa enomu kanggo masa tuo mu sesok”

Makna: Sayangilah masa mudamu untuk masa tua mu nanti

 

“Ngadepi wong wedok nek wis kadung nesu opo kecewa, -koyo nekuk rel sepur-“

Makna: Menghadapi seorang wanita yang sudah terlanjur marah atau kecewa itu ibarat menekuk rel sepur (baca: susah).




 

“Urip iku dinikmati ora mung di sambati”

Makna: Hidup itu dinikmati, bukan dikeluhkan saja.

 

“Tetepo dadi awakmu dewe masio okeh cobaan, ojo duwe pikiran pengen dadi wong liyo mergo sing ngerubah kuwi awakmu dewe dudu wong liyo”

Makna: Tetaplah menjadi dirimu sendiri meskipun banyak cobaan, jangan punya pikiran ingin jadi orang lain karena yang bisa mengubah itu dirimu sendiri bukan orang lain.

 

“Menungso sing kakean sambat kuwi sejatine menungso sing ora iso mensyukuri nikmat”

Makna: Manusia yang suka mengeluh sesungguhnya manusia yang tidak bisa mensyukuri nikmat.

 

“Yen kabeh urip mbok gawe gampang, kapan kowe ngerti rasane berjuang?”

Makna: Jika hidup kamu bikin gampang (baca: menggampangkan hidup), kapan kamu akan mengerti rasanya berjuang?

 

“Sak adoh-adohe kowe lungo, tetep eling o wong tuo. Wong tuo ora butuh bondo, nanging butuh anake teko”

Makna: Sejauh-jauhnya kamu pergi, tetaplah ingat dengan orang tua. Orang tua tidak membutuhkan hartamu, namun membutuhkan kedatanganmu.

 

“Ojo mikir opo sing urung tentu, mikir o opo sing wis pasti lan wis ono neng ngarepmu”

Makna: Jangan memikirkan sesuatu yang belum jelas, pikirkanlah apa yang sudah pasti dan yang sudah ada di depanmu (milikmu)

nasehat jawa

“Ojo kethungkul marang kalungguhan, kadonyan lan kemareman”

Makna: Jangan terpaku pada jabatan, kemilau dunia dan kenyamanan




 

“Ojo kuminter mundak keblinger, ojo cidro mundak ciloko”

Makna: Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.

 

“Narima ing pandum’

Makna: Menerima dengan ikhlas segala pemberian.

 

“Aja gumunan, aja getunan, aja kagetan, aja aleman”

Makna: Jangan mudah terheran-heran, Jangan mudah menyesal, Jangan mudah terkejut, Jangan manja.

 

“Monat manut pungkasane katut, iyo-iyo  pepuntone cilaka”

Makna: Ikut-ikutan akhirnya terbawa, iya-iya akhirnya celaka.  Jadi, jangan hanya ikut-ikutan ke sana kemari tanpa pendirian yang jelas yang ujung-ujungnya malah membuat celaka sendiri.

 

“Memayu hayuning bawana, ambrasta dur angkara”

Makna: Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan, kesejahteraan serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.

pitutur jawa bijak

“Mikul duwur, mendhem jero”

Makna: Menjunjung tinggi kebaikan dan merahasiakan semua keburukan.

Quote Inspirasi Kehidupan Lain:

“Karo bojo oleh bedo penemu, nanging ojo nganti dadi padu. Senajan nganti padu, ojo nganti dadi satru”

Makna: Dengan pasangan boleh berbeda pendapat, tapi jangan sampai berdebat. Jika sampai berdebat, jangan sampai berkelahi.




 

“Ojo ngaku unggul yen ijeh seneng ngasorake wong liya”

Makna: Jangan mengaku unggul jika masih senang merendahkan orang lain.

 

“Ojo kuminter mundak keblinger, ojo cidro mundak cilaka”

Makna: Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah! Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.

 

“Sing mentes sungkem bumi, sing gabug nantang langit”

Makna: Yang berisi sungkem kepada bumi, yang kosong menantang langit. Inilah ilmu padi, bahwa yang berilmu  akan lebih rendah hati tidak sombong dan yang kosong/ bodoh akan sombong dan suka berkoar-koar.

peribahasa jawa

“Ora obah, ora mamah”

Makna: Tidak gerak, tidak makan. Jika kita tidak mau berusaha atau berjuang maka kita tidak mendapat hasil.

 

“Akehno anggonmu nyukuri nikmat, supoyo lali carane sambat”

Makna: Perbanyaklah bersyukur akan nimat yang telah diberikan, agar dirimu lupa atau tidak gampang mengeluh.

 

“Wong yen nrimo uripe dowo, wong yen sabar uripe jembar, wong yen ngalah uripe bakal berkah”

Makna: Orang yang bisa menerima akan panjang umurnya, Orang yang sabar rejekinya luas, Orang yang mengalah hidupnya berkah.

 

“Sepi ing pamrih, rame ing gawe”

Makna: Tidak mengharapkan imbalan, namun ringan tangan dalam bekerja.

 

“Yen mung rupo sing gawe atimu tresno, banjur kepiye anggonmu tresno marang gusti sing tanpo rupo?”

Makna: Jika hanya rupa fisik yang membuat hatimu jatuh cinta, lantas bagaimana kamu mencintai Tuhan yang tidak terlihat.

Itulah tadi berbagai nasehat jawa atau kata kata bijak jawa yang menjadi pedoman budaya orang jawa dari dahulu. Banyak pelajaran hidu[ yang bisa menjadi tuntunan bagi anda supaya tidak celaka. Apabila anda terinspirasi oleh kata kata mutiara bahasa jawa ini, silahkan bagikan kepada teman-teman anda atau bisa anda jadikan sebagai status dalam media sosial anda untuk memperikan motivasi kepada rekan-rekan anda yang lain.

Semoga membantu!