Blog

Kesalahan Fatal Anda Saat Ganti Oli Mesin Mobil/Motor

Sebagai pemilik kendaraan baik mobil maupun motor, anda pasti sudah sering melakukan ganti oli mesin.

Ganti oli menjadi salah satu service wajib dan rutin untuk menjaga kondisi kendaraan tetap prima.

Bagi sebagian orang, service kendaraan sedkit memberatkan soal biaya, terutama mobil yang harus mengeluarkan dana bisa jutaan hanya untuk service dan ganti oli.

Karena alasan tersebut, ada sebagian orang melakukan cara-cara tertentu untuk menekan biaya perawatan ini.

Walaupun mungkin maksudnya supaya lebih irit, tapi dalam jangka panjang sebenarnya justru merusak mesin kendaraan itu sendiri. Akhirnya malah mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.

Lalu, apa saja cara pengiritan yang justru menjadi kesalahan fatal tersebut?

Ini Kesalahan Fatal Saat Anda Ganti Oli Mesin Mobil Motor

Cara Ganti Oli Mesin Kendaraan Yang Salah

Beberapa cara irit ganti oli mesin mobil atau motor ini justru akan menjadi boomerang bagi anda dalam jangka waktu yang lama.

alat penghemat bbm terbaik
  1. Mengisi oli mesin hanya ¾ dari seharusnya

Mengisi oli mesin tidak sampai penuh ini salah satunya bertujuan untuk menghemat penggunaan oli karena masih ada sisa untuk disimpan dan dipakai pada penggantian selanjutnya. Jelas ini malah membahayakan mesin kendaraan anda karena bisa mengurangi volume pelumasan pada mesin.

  1. Mencampur oli lama dengan oli baru

Mencampur atau oplos oli mesin ini kadang juga dilakukan. Hal ini tentu tidak direkomendasikan karene oli lama itu bukan hanya sudah mengandung kotoran dan endapan, tapi kualitas pelumasan pun juga sudah tidak layak.

>>  Ultimate Guide: Cara Mengecat Motor yang Baik Step By Step

Baca Ini Juga Dong:

  1. Memakai oli curah

Oli mesin curah harganya memang jauh lebih murah. Tapi tentu kualitasnya jauh dari kata baik, bahkan tidak ada control kualitas pada oli mesin jenis ini.

  1. Menunda waktu ganti oli mesin

Menunda ganti oli ini adalah cara yang paling umum dilakukan untuk menghemat perawatan. Cara ini mungkin tidak akan langsung menunjukkan efek buruknya, tapi lama kelamaan anda akan merasakan sendiri kerugian yang harus anda tanggung karena biaya perbaikan mesin kendaraan anda.

Cara-cara menghemat seperti di atas semua menyalahi prosedur perawatan dan jelas akan menghambat fungsi dari mesin kendaraan itu sendiri.

Mesin yang tidak bisa menjalankan fungsinya dengan maksimal akan sangat mempengaruhi performa dan keawetan mesin itu sendiri.

Dengan menggunakan model pengiritan tadi, ada beberapa fungsi oli mesin yang tidak dapat terpenuhi:

  • Sebagai pelumas mesin yang maksimal
  • Sebagai pelapis bagi komponen mesin yang saling bergesekan
  • Sebagai penyebar panas mesin supaya mesin lebih adem
  • Sebagai pembilas endapan kerak dan karbon
  • Sebagai peringan kerja mesin itu sendiri dan memaksimalkan tenaga akselerasi

Oli mesin yang mampu bekerja dengan maksimal juga akan mampu membuat kinerja mesin menjadi efektif. Hal tersebut akan mendorong pengehmatan bahan bakar yang diperlukan kendaraan. Jadi, dapat dikatan secara tidak langsung bahwa penggunaan oli mesin yang tidak sesuai dengan aturan akan membuat konsumsi BBM menjadi lebih boros.

>>  Cara Merawat Mobil Putih Agar Tidak Kuning

Mungkin anda juga bertanya, kapan saya harus ganti oli mesin yang tepat?

Penggantian oli mesin berbeda antara motor dan mobil.

Bagi sepeda motor, anda direkomendasikan mengganti oli setiap 2.000 km sekali. Sedangkan untuk mobil, anda bisa ganti oli mesim setiap 10.000 km.

Tapi, perlu anda ketahui bahwa patokan kilometer dalam mengganti oli juga harus mempertimbangkan beberapa hal lain, seperti:

  • Apakah kendaraan anda sering terkena macet
  • Bagaimana medan yang anda lalui setiap hari
  • Beban yang anda bawa pada mobil atau motor anda

Semakin berat beban kerja kendaraan anda, maka disarankan anda mengganti oli mesin lebih cepat untuk menjaga kondisi kendaraan anda.

Sedangkan untuk pemilihan oli mesin, anda sebenarnya tidak perlu pusing memikirkan mana oli mesin yang terbaik. Anda gunakan saja oli mesin rekomendasi dari pabrik bawaan kendaraan anda.

Oli mesin rekomendasi pabrikan tentu sudah melalui proses panjang untuk menilai kecocokan dengan spesifikasi kendaraan anda. Kecuali anda mungkin punya tujuan lain, seperti untuk balap.

Nah, itulah cara-cara ganti oli yang harus anda hindari supaya anda tidak menyesal di kemudian hari.

Semoga bermanfaat!