Blog

Fungsi Oli dan Akibatnya Jika Salah Pilih Kekentalan Oli Mesin

Fungsi oli mesin sangat penting bagi kinerja mobil anda dan anda harus benar-benar memperhatikan artikel ini bila tidak ingin rugi.

Cairan yang anda masukkan ke dalam mesin ini tidak hanya berfungsi sebagai pelumas saja, tapi ada banyak kegunaan lain yang bertujuan untuk membuat mesin kendaraan anda bisa berjalan tanpa kendala.

Setiap kendaraan yang menggunakan mesin pasti membutuhkan oli.O

Namun, masing-masing jenis mesin juga membutuhkan spesifikasi oli yang berbeda sesuai dengan jenis mesin.

Spesifikasi oli ini salah satunya berhubungan dengan tingkat kekentalan oli. Bila salah memasukkan oli dengan kekentalan yang tidak sesuai, maka bisa menyebabkan banyak masalah bagi mesin kendaraan anda.

Bila anda melakukan service pada bengkel-bengkel mobil, tidak perlu khawatir salah oli walaupun anda tidak paham masalah ini. Tentu karena sudah ada teknisi bengkel yang akan memilhkan untuk anda.

Tapi bagaimana bila saat kondisi darurat dan harus anda sendiri yang memilih oli kendaraan?

Fungsi Oli dan Akibatnya Jika Salah Pilih Kekentalan Oli Mesin

alat penghemat bbm terbaik

Fungsi Oli Pada Mesin

Oli mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam performa mesin mobil anda. Berikut ini adalah fungsi oli bagi kendaraan:

  1. Sebagai pelumas bagi komponen mesin yang saling bergesekan sehingga bisa teredam
  2. Sebagai pendingin mesin dan mencegah mesin overheat
  3. Pelindung komponen mesin dari korosi karat yang merusak
  4. Mendukung kinerja mesin mobil secara keseluruhan

Oli mesin bila semakin lama dipakai maka semakin kotor dan kehilangan kekentalannya sehingga harus diganti dengan yang baru.

Supaya dapat memaksimalkan performa mesin, penggantian ini harus dilakukan secara berkala dan dengan pilihan oli yang tepat.

Bagi anda yang memiliki sepeda motor, penggantian oli sebaiknya dilakukan setiap kendaran sudah menempuh jarak 2.500 – 3.000 km. Sedangkan bagi pemilik mobil, disarankan untuk mengganti setelah menempuk 10.000 km.

Namun, penggantian oli mesin menggunakan patokan kilometer itu hanya perkiraan saja. Bagi kendaraan yang melalui medan lebih berat atau macet, bisa menggantinya lebih cepat dari patokan rata-rata di atas. Anda bisa membaca artikel tentang jawaban yang benar kapan ganti oli mobil & resikonya jika telat.

Baca Tips Lainnya:

Efek Buruk Bila Salah Pilih Kekentalan Oli Mesin

Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa fungsi oli yang cukup vital bagi kondisi dan umur mesin kendaraan anda, maka anda harus benar-benar memperhatikan kualitas dan spesifikasi oli yang cocok dengan kendaraan anda.

Bila oli terlalu kental, mesin akan lebih berat dalam bergerak. Akibatnya bisa ditebak, mesin akan tidak bertenaga atau loyo.

Bil oli terlalu encer, masalah akan menjadi lebih banyak lagi bagi mesin anda. Pada tahap yang ringan, mesin mobil anda akan mengalami engine knocking atau biasa disebut menggelithik.

Tahap selanjutnya, mesin mobil anda akan mudah mengalami penas yang berlebih atau overheat. Kalau sudah begini, maka anda harus berhenti untuk mendinginkan mesin karena kalau dipaksa tetap jalan, ujung-ujungnya mobil akan mogok dan yang paling parah, mesin mobil anda bisa jebol.

Nah, kekentalan oli ini ada kodenya sendiri yang terdapat pada kemasannya. Biasanya, kode kekentalan ini diawali dengan huruf SAE atau Society of Automotive Engineers yang diikuti dengan kode angka sebagai penanda suhu.

Setelah kode suhu, akan ada huruf W yang diambil dari kata Winter. Lalu ada kode angka terakhir yang menunjukkan tingkat kekentalan oli. Semakin besar angkanya, maka semakin kental oli tersebut.

Contoh SAE 15W-50, artinya kekentalan oli tersebut berada pada tingkat angka 50 yang masih bisa dipakai pada suhu minus 15.

Setiap motor dan mobil punya rekomendasi oli masing-masing dari pabrikan. Anda tinggal sesuaikan saja kode pada oli rekomendasi pabrikan apabila anda ingin menggantinya dengan merek yang berbeda.

Semoga membantu!