Blog

Fungsi, komponen & Cara Merawat CVT Motor Matic

Bila anda memiliki motor matic, anda pasti tidak asing dengan istilah CVT ini.

CVT atau Countinuously Variable Transmission adalah sistem transmisi atau alat penggerak yang digunakan pada motor matic.

Sistem ini salah satu yang membedakan teknologi motor matic dengan motor manual.

Pada motor manual, fungsi CVT ini sama dengan fungsi pada rantai dan gear. Tidak jauh beda dengan rantai dang era, agar kinerjanya maksimal komponen ini juga harus dilakukan perawatan dan penggantian spare part bila diperlukan.

Baik, mari langsung kita bahas satu-satu.

merawat CVT

Pengenalan Singkat Fungsi dan Komponen CVT

Fungsi CVT adalah menyalurkan tenaga dari mesin ke roda kendaraan. Tidak seperti rantai dan gear pada motor transmisi manual, sistem CVT ini sedikit rumit dan terdiri dari beberapa komponen.

Bila sederhana ada 4 bagian utama dari sistem ini pada motor matic, yaitu:

alat penghemat bbm terbaik
  1. Primery Sheave (pulley primer). Bagian yang dihubungkan langsung ke mesin motor
  2. Secondary Sheave (pulley sekunder). Bagian yang dihubungkan langsung ke roda belakang
  3. V-belt (sabuk berbentuk V). Seperti fungsi rantai pada motor manual, bagian ini yang menghubungkan puli primer dan puli sekunder
  4. Gear reduksi

Masing-masing pulley tersebut masih mempunyai beberapa komponen di dalamnya:

Bagian pada pulley primer:

  • Fixed sheave
  • Sliding sheave
  • Collar
  • Cam
  • Slider
  • Roller

Bagian pada pulley sekunder:

  • Sliding sheave
  • Fixed sheave
  • Per
  • Torque cam
  • Clutch housing
  • Sepatu kopling

komponen CVT

Baik pulley primer maupun pulley sekunder mempunyai mekanisme penggerak sistem sentrifugal, yaitu bekerja sesuai dengan tinggi rendah putaran mesin.

Sedangkan V-belt adalah penghubung antara kedua pulley tersebut yang berbentuk sabuk mirip huruf V.

Gear reduksi bertugas untuk menyeimbangkan putaran mesin dengan putaran roda dan sebagai pendongkrak tenaga.

Baca Ini Juga Dong:

Merawat CVT Motor Matic

Semua komponen yang ada pada sistem CVT harus dirawat dan diperiksa secara rutin.

Anda bisa menyerahkan perawatan ini pada teknisi bengkel pada saat anda melakukan jadwal service dan ganti oli.

Merawat CVT yang paling simple adalah dengan membersihkannya dari debu dan kotoran yang masuk.

Tapi bila anda ingin merawatnya lebih baik, beberapa hal ini harus dilakukan:

  1. Memberi Gemuk

Bila anda service di bengkel, mintalah teknisi untuk memberi tambahan gemuk pada beberapa bagian di pulley primer dan sekunder karena bagian tersebut mengalami gesekan ketika bekerja.

Pemberian gemuk ini untuk menghindarai oblak pada pulley akibat komponen yang tergerus.

Beberapa ciri saat sistem CVT anda membutuhkan gemuk adalah suaranya yang kasar dan tarikan juga menjadi lebih berat. Bila anda terus membiarkannya, maka resiko terbesar sistem CVT akan macet dan v-belt menjadi terkunci. Akhirnya, anda harus mengganti beberapa komponen yang rusak.

  1. Periksa V-Belt

V belt CVT

Komponen ini terbuat dari karet dan mengalami gesekan secara terus menerus sehingga suhunya cukup panas. V-belt harus anda ganti saat kondisinya sudah mulai rusak. Tidak ada patokan kilometer untuk penggantiannya karena akan tergantung pada penggunaan motor anda.

Bila V-belt anda sudah terlihat retak-retak serta terlihat menipis, itulah saat untuk menggantinya dengan yang baru. Bila tidak, resiko terbesar adalah putus ditengah jalan. Bila komponen ini putus, siapkan tenaga untuk menuntun motor anda di jalan sampai ketemu bengkel terdekat.

  1. Periksa Roller

Sama seperti V-belt, kondisi rollel juga bisa mengalami keausan. Roller ini penggantiannya harus satu set walaupun yang rusak hanya satu roller saja.

Ciri-ciri kerusakannya adalah terdengar suara yang cukup berisik pada bagian pulley primernya.

  1. Ganti Oli Transmisi atau Oli Gardan

Atur jadwal penggantian oli transimisi supaya kinerja sistemn CVT tetap terjaga. Oli transmisi ini berbeda dengan oli mesin. Masa pakainya pun juga lebih lama dari oli mesin.

Oli yang dikhususkan untuk kinerja sistem transmisi ini masa penggantiannya bisa berbeda-beda tiap pabrikan motor. Tapi anda bisa menggunakan patokan 2:1, yaitu setiap dua kali ganti oli mesin, anda satu kali ganti oli transmisi.

Sistem CVT memang sedikit rumit untuk dipelajari. Jadi, bila anda tidak terlalu tertarik atau hobi dengan mesin motor, akan lebih mudah bagi anda untuk menyerahkan perawatan sistem CVT motor matic anda kepada bengkel resmi pabrikan motor anda.

Bila anda jarang melakukan service motor termasuk merawat CVT, maka resikonya tarikan motor anda kurang maksimal, bahan bakar yang boros, putusnya V-belt di tengah jalan dan resiko penggantian komponen-komponen sistem CVT yang rusak akibat tidak terawat.

Semoga menambah wawasan anda!